GOWA, bongkarnews.id — Puluhan elemen masyarakat yang tergabung dalam Lembaga Poros Rakyat Indonesia menggelar Aksi Damai untuk Keadilan & Transparansi di halaman depan Polresta Gowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa, 8 September 2026. Aksi ini mendesak pihak kepolisian segera bertindak profesional, objektif, dan responsif terkait kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur yang laporannya telah mengambang selama kurang lebih 4 bulan.
Kasus bermula dari laporan dugaan pemerkosaan disertai tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang bernama Ramadhan terhadap korban anak di bawah umur pada bulan Mei 2026. Hingga memasuki bulan keempat, proses hukum dinilai berjalan lambat, kurang transparan, dan belum menghasilkan kejelasan yang memuaskan keluarga korban maupun masyarakat. Pihak penyidik juga dinilai berusaha menghalangi pemberitaan perkara ini, sehingga memicu keberatan dan kekhawatiran luas.

Dalam selebaran resmi yang disebarkan, Lembaga Poros Rakyat Indonesia menyampaikan 4 tuntutan utama:
1. Perberitahukan Pelaksanaan Aksi Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Meminta pihak kepolisian menerima dan merespons aspirasi yang disampaikan secara tertib dan damai.
2. Transparansi Hasil Visum: Menuntut menyerahkan dan membuka hasil visum korban secara terbuka dan jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi, sebagai dasar penegakan hukum yang akurat.
3. Evaluasi Kinerja Unit PPA: Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Unit PPA Polresta Gowa, khususnya Kanit PPA Iptu Stevi, atas lambatnya proses penyidikan yang dinilai tidak profesional dan tidak responsif terhadap kepentingan korban anak di bawah umur.
4. Hentikan Sikap Reaktif Terhadap Media: Meminta menghentikan segala bentuk intimidasi, pengancaman, dan tekanan terhadap awak media maupun masyarakat yang menyuarakan perkara ini. Media adalah pilar demokrasi dan pengawas masyarakat yang dilindungi undang-undang.
Selain itu, aksi ini juga menuntut pencopotan penyidik berinisial R yang dinilai tidak profesional dan menghambat proses perkara. Jika dalam waktu satu pekan ke depan belum ada kepastian hukum, pihak penggugat mengancam akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar.
Tanggapan & Pernyataan Resmi Kasat Reskrim Polresta Gowa
Di tengah aksi damai, Kasat Reskrim Polresta Gowa hadir menerima pernyataan aspirasi dan memberikan tanggapan resmi kepada massa aksi dan awak media:
“Kami dari Polresta Gowa mengapresiasi dan menghargai aksi damai yang dilakukan hari ini. Semua aspirasi dan tuntutan yang disampaikan akan kami terima, pelajari, dan tindak lanjuti dengan serius. Kami menyatakan komitmen penuh untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Terkait tuntutan hasil visum, kami akan koordinasi dengan pihak terkait dan akan sampaikan perkembangannya kepada keluarga korban sesuai prosedur yang berlaku. Terkait evaluasi kinerja Unit PPA dan penyidik, kami akan laporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti evaluasi secara internal.
Kami pastikan tidak ada pihak yang diistimewakan, tidak ada yang ditutupi. Perkara ini akan kami periksa secara sungguh-sungguh demi keadilan korban. Kami berharap masyarakat tetap tenang dan percaya pada proses hukum yang sedang berjalan. Seluruh perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan secara berkala.”
Waktu & Penyerahan Jawaban:
Kasat Reskrim menyampaikan bahwa jawaban resmi tertulis dari Pimpinan Polresta Gowa akan diserahkan kepada perwakilan Lembaga Poros Rakyat Indonesia dan keluarga korban paling lambat selama 7 hari kerja terhitung sejak tanggal aksi, 8 September 2026. Dalam kurun waktu tersebut, pihak kepolisian berjanji menyampaikan perkembangan penyidikan, langkah evaluasi internal, dan langkah-langkah penindakan selanjutnya.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia menegaskan melalui Andi Salim Agung S.H:
“Kami tidak menolak proses hukum, kami menuntut proses hukum yang cepat, transparan, dan berkeadilan. Anak di bawah umur harus dilindungi sepenuhnya oleh negara. Jika dalam satu pekan ke depan tidak ada kejelasan dan jawaban yang memuaskan, kami tegaskan — kami akan kembali dengan dukungan massa yang lebih besar dan membawa aspirasi ini ke tingkat yang lebih tinggi.”
Aksi damai berlangsung tertib dan aman hingga selesai, dengan pengamanan ketat dari jajaran kepolisian Polresta Gowa di lokasi.












