Breaking News

PPTK Break Water PPI BEBA Semakin Ngawur Memberikan Informasi.

1890
×

PPTK Break Water PPI BEBA Semakin Ngawur Memberikan Informasi.

Sebarkan artikel ini

Gowa, 20 Januari 2024. Bongkarnews.id | Lembaga Poros Rakyat Indonesia, Ketua Umum M. Jafar Sainuddin Dg Emba, Menanggapi penyampaian PPTK Break Water PPI BEBA Takalar ( Febrian Budianto ). di media ternama di Sulsel,

PPTK Febrian Budianto menyampaikan di media online bahwa “Konstruksi breakwater terdiri atas material batu gajah dan pelat beton pada puncaknya.

Struktur breakwater dimulai dari lokasi perairan yang lebih dalam menuju ke perairan yang lebih dangkal. Oleh karena itu, Breakwater berperan penting untuk mengatasi abrasi di wilayah Beba.

Kata Dg. Emba Sapaan akrabnya, Material batu gajah adalah jenis batu yang memiliki ukuran besar, sehingga di sebut batu gajah, sangat di sayangkan jika pada pembangunan Projek Break Water PPI BEBA Takalar di anggap batu pecah, masyarakat cukup bisa melihat dan membedakan mana batu pondasi dan mana batu gajah.

Kedua PPTK Mengatakan bahwa projek Break Water PPI BEBA Takalar KONTRUKSI Pekerjaan Break Water PPI BEBA dikerjakan dari perairan yang lebih dalam sampai ke perairan dangkal, hal ini semakin melakukan pembohongan Publik, karena kondisi pengerjaan BREAK WATER BEBA TAKALAR tidak menghadirkan alat pembantu untuk melakukan pekerjaan menurut penyampaiannya di Media OnLine
Mau pakai apa memasang batu dari perairan terdalam padahal tidak ada alat. Sambungnya

Lebih lanjut Kata Dg Emba, Ada Plat beton bagian puncak pasangan, hingga saat ini plat beton tidak pernah ada, kecuali dalam MIMPI PPTK ( Febrian Budianto).

Seperti:

-1 biji Crane kapasitas 10-15 ton. Hanya hadir di lokasi kurang lebih 1 bulan.

-1 biji ponton besi kapasitas 40-50 ton.

-1biji ponton besi kapasitas 10-15 ton.

-2 Kapal kayu kapasitas 100 ton.

-2 Excavator pc 190 130 Hp.

-2 Unit Excavator Pc 300. 260 Hp.

Alat tersebut masuk penganggaran tapi sekali lagi tidak pernah ada di lokasi. Ketus Dg. Emba

Lanjut “Lalu dengan Entengnya PPTK ( Febrian Budianto) menyatakan membangun kontruksi Break Water PPI BEBA dari PERAIRAN YANG LEBIH DALAM.”
PPTK semakin blunder mempertontonkan ketidak pahaman atas projek Break Water PPI BEBA, atau sengaja ingin melakukan PEMBOHONGAN PUBLIK.

Sekali lagi Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia mengingatkan

Alat itu di anggarkan semua, sesuai perencanaan, jangan di anggap semua bisa di atur, karena kiri kanan ada Malaikat Pencatat.

Ia mengungkapkan Nilai material batu gajah per kubik kurang lebih Rp 560.000/ M Kubik
karena terhitung dengan keberadaan alat penunjang pelaksanaan projek tersebut.

Kami hanya berharap bahwa segenap pemangku kebijakan di Suksel jangan sampai ada nuansa pembiaran hanya karena satu kegiatan yang akan mencoreng nama baik Sulawesi Selatan. Tutup Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *