Breaking News

Serbu KPU Gowa: Empat Komisioner KPU menerima Rembuk Pemuda Gowa.

356
×

Serbu KPU Gowa: Empat Komisioner KPU menerima Rembuk Pemuda Gowa.

Sebarkan artikel ini

GOWA, bongkarnews.id | Selasa 27 Agustus 2024– Ratusan aktivis dari 17 Lembaga pemuda yang menyatu dalam Rembuk Pemuda Gowa secara tiba-tiba menyerbu Kantor KPU Gowa, menggegerkan suasana dengan kehadiran mereka.

Para aktivis yang dikenal sebagai tokoh pergerakan mahasiswa dan pemuda ini, berbaris rapi menyerukan keadilan jaminan transparansi dalam proses Pilkada Gowa yang akan datang.

Kedatangan mereka yang tak terduga membuat pegawai KPU Gowa terkejut. Di tengah persiapan sibuk menyambut pendaftaran bakal calon bupati, kehadiran ratusan pemuda ini sontak membuat ketegangan.

Personel keamanan, baik dari POLRI maupun TNI terlihat menjaga dan memastikan situasi terkendali baik.

Sesaat memasuki halaman KPU Gowa, terjadi ketegangan antar rombongan Pemuda ini dengan Satpol PP, namun mereka berhasil menerobos dan terus maju.

Ya, memang ini bukan aksi, semua teman teman hanya ingin bersilaturrahmi dengan KPU Gowa, kata ikhsan salah satu bagian dari anggota Rembuk Pemuda

Di depan kantor KPU, dua pemuda maju mewakili massa dan mengangkat lampu neon dan bungkusan jamu Tolak Angin sembari berteriak salam untuk diterima bersilaturrahmi oleh KPU, simbol yang sengaja mereka bawa untuk menyampaikan sekaligus mengingatkan pesan bahwa Gowa pada dekade ke dua Politik Dinasti berkuasa pernah mengalami mati lampu saat perhitungan suara di tingkatan KPU sementara berlangsung di tahun 2005 silam: vs *KPU Gowa, jangan lagi mati lampu teriak juru bicara Rembuk Pemuda Gowa!* Ahmad ando.

Dengan suara lantang, mereka berorasi, menuntut para komisioner KPU Gowa untuk menerima silaturrahmi mereka diluar ruangan sekaligus menerima dan mendengar aspirasi mereka.

Suasana sempat memanas dan Nursalam Samad dan Suwahyu tidak dirasa cukup untuk mewakili KPU yang berjumlah 5 orang, kami inginkan 5 komisoner untuk bisa keluar menerima kamo seru Ahmad Ando, juru bicara Rembuk Pemuda Gowa, terutama Ketua KPU Gowa Fitrah Syahdanul, yang tengah rapat dengan pihak Bawaslu Gowa.

Setelah menunggu sekitar 10 menit, akhirnya Ketua KPU Gowa bersama tiga komisioner lainnya keluar menemui massa.

Di hadapan institusi pelaksana demokrasi ini, Ahmad Ando menyampaikan Manifesto Pemuda Gowa, sebuah piagam yang lahir dari kesepakatan pemuda (24/08/2024) di Bissoloro yang mengingatkan KPU untuk tetap netral dan profesional dalam Pilkada Gowa dan KPU Gowa jangan takut dengan intervensi dari pihak luar.

“Jangan sampai serangan intervensi dari luar mencederai pesta demokrasi di Gowa,” tegas Ahmad Ando dengan suara menggelegar sempat membuat tegang.

“Kami tidak ingin tragedi mati lampu menjadi bagian dari operasi pihak tertentu yang membuat hasil pilihan berbeda dengan keputusan KPU.

Kami harap KPU Gowa bebas dari intervensi.”

Pernyataan Rembuk Pemuda Gowa ini mendapatkan tanggapan positif dari Ketua KPU Gowa.

“Ini adalah wujud kepedulian generasi muda terhadap kualitas demokrasi di Gowa,” ujar Fitrah Syahdanul. “Kami tegaskan, KPU akan tetap tegas dan netral. Jika ada temuan pelanggaran, laporkan segera agar tindakan cepat bisa dilakukan.”

Setelah mendengarkan tuntutan Rembuk Pemuda, KPU menerima simbolik lampu neon dan jamu Tolak Angin dari para pemuda tersebut.

“Lampu Charger neon ini adalah simbol bahwa masa lalu tidak akan terulang,” kata Fitrah Syahdanul sambil menerima lampu tersebut. “Kami jamin itu tidak akan terjadi lagi karena di KPU sekarang telah disiapkan dua jalur listrik dari PLN termasuk Gengset.”

Ketika menerima jamu Tolak Angin, Fitrah menegaskan, “Ini adalah pengingat agar kami, para komisioner KPU Gowa, tetap menjaga integritas dan martabat demokrasi.”

Sebelum meninggalkan kantor KPU, Rembuk Pemuda Gowa yang terdiri dari para pentolan pergerakan Gowa mengingatkan lagi “KPU, tolong sikapi sikap kami dengan serius. Jika diabaikan, sangat berbahaya bagi demokrasi kita.”

Rembuk Pemuda Gowa tidak main-main dalam memperjuangkan demokrasi yang bersih dan bebas dari intervensi kata Ahmad Ando.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *