Breaking News

Benarkah UNM Sarang Korupsi? Tiga Bukti Penyimpangan dalam Program Kegiatan Kampus, Di Soroti!

1809
×

Benarkah UNM Sarang Korupsi? Tiga Bukti Penyimpangan dalam Program Kegiatan Kampus, Di Soroti!

Sebarkan artikel ini

Makassar, Sulawesi Selatan. Bongkarnews.id | 01 Juli 2025 – Dugaan korupsi di Universitas Negeri Makassar (UNM) semakin membuat publik geram! Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia (LPRI), M. Jafar Sainuddin Dg Emba, secara tegas menyoroti lima bukti penyimpangan dalam program kegiatan kampus yang menunjukkan potensi korupsi yang sistemik! Jika dibiarkan, UNM berpotensi menjadi sarang korupsi yang mengancam masa depan pendidikan anak Bangsa di Sulawesi Selatan!

Berikut lima poin penyimpangan yang disorot LPRI:

1. Mark-up Harga Almamater: Pengadaan jas almamater dengan harga Rp 210.000 per set diduga melibatkan mark-up harga sebesar Rp 100.000. Selisih harga yang signifikan ini menunjukkan potensi kerugian besar bagi mahasiswa dan indikasi kuat adanya korupsi.
2. Pungutan Liar PPG: Dugaan pungutan liar dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) menimbulkan kemarahan luas. Dugaan besaran pungutan, Rp900.0000 setiap Mahasiswa jelas ini membutuhkan investigasi mendalam.
Kurang lebih 15.000 Mahasiswa Program PPG hingga tahun 2024- 2025 yang korban.
3. Dugaan Korupsi Dana Revitalisasi Rp 87 Miliar: Dugaan korupsi dengan angka fantastis ini merupakan masalah paling serius yang mengancam eksistensi UNM. Kejadian ini menunjukkan kelemahan sistemik dalam tata kelola keuangan kampus dan membutuhkan tindakan tegas.

M. Jafar Sainuddin Dg Embah dari LPRI menyatakan bahwa kelima kasus ini menunjukkan adanya indikasi kuat korupsi yang sistemik di UNM. Beliau mendesak pihak berwajib untuk melakukan investigasi secara mendalam dan menghukum setiap pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi ini. LPRI juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dari pihak UNM untuk mengembalikan kepercayaan publik. Jika dibiarkan, UNM berisiko menjadi sarang korupsi yang merugikan bangsa dan negara!

Hingga berita ini dipublijasi belum ada pihak Kampus yang bisa dihubungi, kami menunggu klarifikasi dari pihak kampus sebagai hak jawab.

 

Tim Kerja Independen.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *