News

Dirut PT. Paneng Rejeki :  Perumda Ingkar Kesepakatan 24 Bangunan Lapak Pasar Sentral Makassar

488
×

Dirut PT. Paneng Rejeki :  Perumda Ingkar Kesepakatan 24 Bangunan Lapak Pasar Sentral Makassar

Sebarkan artikel ini

Makassar, Bongkarnews.id Direktur Utama PT. Paneng rejeki Ramadhan, Sulkifli, Selaku pengembang pembangunan lapak pedagang korban kebakaran Pasar Sentral Makassar mengeluhkan tindakan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang diduga mengingkari kesepakatan terkait 24 pembangunan lapak di pasar tersebut.

Keluhan tersebut muncul setelah Dirut PT. Paneng Rejeki, Sulkipli, mengklaim bahwa Perumda telah melakukan pemutusan  kerjasama  alasannya gagal demi hukum.

Menurut Dirut PT. Paneng rejeki Sulkiflii, mereka telah memiliki kesepakatan tertulis dengan Perumda terkait 24 pembangunan lapak di Pasar Sentral Makassar.

Sulkifli menegaskan bahwa 24 bangunan lapak bukanlah bangunan tambahan, melainkan sebagai pengganti 42 lapak yang sebelumnya telah dibongkar untuk dijadikan lokasinya sebagai tempat parkir

Kini pihak perumda , secara tiba tiba memutuskan kerjasama dengan pihak PT. Paneng rejeki selaku pengembang pembangunan lapak korban kebakaran bahkan perumda akan melakukan pembongkaran 24 bangunan lapak yang telah dibangun oleh pihak pengembang

Padahal sebelumnya, antara Pengembang dengan direksi PD pasar pada pertemuan terakhir disaksikan oleh beberapa ketua Asosiasi di kantor perumda pasar di jalan kerung kerung kota Makassar telah menyepakati 24 bangunan lapak tetap dilanjutkan apabila pedagan tidak mampu melunasi lapak yang sebelumnya telah selesai dikerjakan oleh pihak pengembang

Sulkifli, mengungkapkan kekecewaannya, “Kami telah membantu perumda pasar secara besar-besaran untuk membangun lapak dengan modal kami untuk para korban kebakaran blok B dan tiba-tiba kami dihadapkan pada pemutusan  kerjasama secara sepihak tanpa ada musyawarah sesuai perikatan kerja perumda pasar. Ini tidak adil dan merugikan kami dan pedagang secara finansial.” Ujarnya Rabu, 6/3/2024

Sementara itu, pihak Perumda belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan ini.

Namun, Sulkifli berharap agar pihak terkait segera menyelesaikan masalah ini dengan cara yang adil dan transparan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Sulkifli, mengatakan,  janganmi bongkar membongkar disini sebanarnya pedagang itu mau dibantu kasian sedangkan kami juga di buru nota material saya pikir adaji solusinya seperti lapak pedagang di gratiskan atau perumda bayar pelaksana supaya pedagang bisami menjual tenang saya pikir 24 petak itu korbanji juga perumda harus objektif padahal rapat terakhir saya sudah sampaikan tidak usah ribut-ribut. saya tawarkan begini lapak yang tidak lunas nanti saya gratiskan. sekarang buat gerakan sepihak saya pikir ini perumda keliru sekali 24 tidak adaji masalahnya karena sudah di bicarakan sesuai arahan bapak walikota supaya SEMUA TAMBAH BAIK tapi sayangnya direksi ini tidak ada yang sampaikan ke bapak walikota bahwa semua sudah dilakukan rapat pada tanggal 12 januari 2024. Perihal parkiran saya pikir utara dan selatan aman aman saja cuman memang itu pasar butuh perhatian besar direksi krna butuh fasiltas wc drainase ini yg direksi kerjakan suruh unitnya supaya pengunjung nyaman berbelanja,” terangnya

Sulkifli menegaskan komitmennya untuk mendukung perkembangan bisnis para pedagang di Pasar sentral makassar. “Kami siap memberikan kontribusi positif bagi para pedagang. Jika 24 lapak ini tidak dibongkar pembangunannya krna pedagang sudah berjualan. kami akan memberikan sebagian bangunan lapak yang telah selesai secara gratis kepada para pedagang,” ujarnya.

Keputusan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan usaha pedagang di Pasar sentral Makassar dan memperkuat kerjasama antara PT. Paneng Rejeki dengan para pelaku usaha kecil dan menengah.(BANG CHOEL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *