Breaking News

Proyek Pengerasan Jalan Tani di Desa Arabika: Analisa Harga Satuan Pekerjaan di Pertanyakan.

741
×

Proyek Pengerasan Jalan Tani di Desa Arabika: Analisa Harga Satuan Pekerjaan di Pertanyakan.

Sebarkan artikel ini

Sinjai Barat, Sulawesi Selatan. Bongkarnews.id – 08 Desember 2024.  Lembaga Poros Rakyat Indonesia sorot proyek pembangunan jalan tani di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, menunjukkan detail proyek pengerasan jalan tani di Dusun Kasuarang, Desa Arabika.

Proyek ini dibiayai oleh Dana Desa (DDS) Tahun 2024, dengan anggaran Rp 83.943.225,00 dan upah kerja Rp 10.540.000,00.

Detail Proyek:

– Bidang: Pembangunan Desa

– Sub Kegiatan: Pengerasan Jalan Tani Bissapajeng

– Lokasi: Dusun Kasuarang, Desa Arabika

– Volume: 260 x 3 M x 0,15 M

– Upah Kerja: Rp. 10.540.000,00

– Anggaran: Rp. 83.943.225,00

– Pelaksana: TPK Desa Arabika

– Sumber Dana: Dana Desa (DDS)

– Tahun: 2024

Analisa Harga Satuan Pekerjaan:

Untuk menganalisis harga satuan pekerjaan, kita perlu menghitung volume pekerjaan:

– Volume Pekerjaan: 260 x 3 M x 0,15 M = 117 m³ (meter kubik)

Selanjutnya, kita hitung harga satuan pekerjaan:

– Harga Satuan Pekerjaan: Rp. 83.943.225,00 / 117 m³ = Rp. 718.000,00 per m³

Pertimbangan:

Bajwa ada indikasi harga satuan projek pengerasan jalan tersebut mengalamai mar up anggaran di tinjau dari satuan harga meter kubik.

Lembaga Poros Rakyat Indonesia berharap harga satuan pekerjaan ini perlu dibandingkan dengan harga pasaran di wilayah Sinjai Barat untuk memastikan keakuratan dan kehematan anggaran. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam analisis harga satuan pekerjaan, antara lain:

– Jenis material yang digunakan: Material yang berkualitas tinggi umumnya memiliki harga yang lebih mahal.

– Teknik pengerjaan: Teknik pengerjaan yang lebih canggih dan efisien dapat mempengaruhi biaya pelaksanaan.

– Kondisi geografis dan aksesibilitas: Lokasi proyek yang sulit dijangkau akan menambah biaya transportasi dan logistik.

– Ketersediaan tenaga kerja: Kekurangan tenaga kerja di wilayah tersebut dapat meningkatkan biaya upah.

Transparansi dan Akuntabilitas:

Penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek ini. Masyarakat berhak mengetahui detail penggunaan dana desa dan kualitas pekerjaan yang dilakukan. Informasi mengenai proyek ini harus dipublikasikan secara terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat.

Pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek ini penting untuk memastikan ketepatan penggunaan dana dan kualitas pekerjaan.

Lembaga Poros Rakyat Indonesia atau lembaga swadaya masyarakat lainnya dapat berperan dalam mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan proyek ini.

 

Tim Kerja Independen Lembaga Poros Rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *