Bongkarnews.id | Gowa, Sulawesi Selatan. Meski terpasang papan larangan dengan ancaman pidana yang jelas, PT OPTIMA Jaya Perkasa tetap nekat melakukan penambangan ilegal di kawasan Bendungan Bili-Bili. Lembaga Poros Rakyat Indonesia (LPRI) menyoroti keberanian perusahaan yang diduga milik seorang Bupati di Bulukumba tersebut, yang seolah kebal terhadap hukum. Selain itu, LPRI mempertanyakan mengapa Danramil dan Kapolsek Parangloe seolah “tutup mata” terhadap aktivitas ilegal ini. 12/09/2025.
“Ini sangat memprihatinkan. Sudah ada papan larangan dengan ancaman pidana yang jelas, tapi mereka tetap saja nekat menambang,” ujar Dg. Emba dengan nada geram. “Yang lebih aneh lagi, kenapa Danramil dan Kapolsek Parangloe diam saja? Apa mereka tidak tahu ada penambangan ilegal di wilayah mereka?”
LPRI bahkan menduga, Polres Gowa dan Kodim Gowa mungkin terlibat dalam operasi tambang ilegal yang disinyalir pemiliknya adalah Bupati Bulukumba.
“Kami tidak mau menuduh, tapi sangat aneh jika penambangan ilegal ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada tindakan dari Polres Gowa dan Kodim Gowa. Apa mungkin ada ‘kongkalikong’ di antara mereka?’
LPRI mengungkapkan bahwa aktivitas tambang ilegal yang dilakukan oleh PT OPTIMA Jaya Perkasa telah berlangsung selama bertahun-tahun dan merusak lingkungan serta mengancam keberlangsungan Bendungan Bili-Bili.
“Kami menduga ada oknum-oknum yang melindungi PT OPTIMA Jaya Perkasa sehingga mereka bisa leluasa melakukan penambangan ilegal. Ini harus diusut tuntas!’
LPRI juga mempertanyakan peran serta aparat penegak hukum yang seolah membiarkan aktivitas ilegal ini berlangsung.
“Kenapa polisi dan Satpol PP tidak bertindak? Apakah mereka takut dengan pemilik PT OPTIMA Jaya Perkasa?’
Apakah ada MANUSIA super dan istimewa di Negeri ini, hingga Aturan Negara saja di Injak injak.
Kemana wajah para PATRIOT BANGSA.
LPRI mendesak Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulawesi Selatan, Kapolres Gowa, Dandim Gowa, Danramil Parangloe dan Kapolsek Parangloe, Pemkab Gowa, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang untuk segera bertindak tegas dan menghentikan aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan oleh PT OPTIMA Jaya Perkasa.
Kami ulang MANUSIA super istimewa di Negeri ini bisa Injak Injak Aturan Negara di depan para PATRIOT BANGSA.
Kemana wajah para PATRIOT PENEGAK HUKUM.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bertindak, kami akan turun ke jalan dan melakukan aksi demonstrasi!’
LPRI juga meminta agar dilakukan audit terhadap izin dan aktivitas PT OPTIMA Jaya Perkasa di kawasan Sungai Jeneberang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT OPTIMA Jaya Perkasa, Danramil Parangloe, Kapolsek Parangloe, Polres Gowa, Kodim Gowa belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut. Tim Kerja Independen Lembaga Poros Rakyat Indonesia.












