NewsPendidikanSoppeng

Skandal Dugaan Pemotongan Dana Revitalisasi SMAN 8 Soppeng, LPRI: Citra Pendidikan Sulsel Tercoreng!

1853
×

Skandal Dugaan Pemotongan Dana Revitalisasi SMAN 8 Soppeng, LPRI: Citra Pendidikan Sulsel Tercoreng!

Sebarkan artikel ini

Soppeng, Bongkarnews.id  — Skandal dugaan pemotongan dana revitalisasi di SMAN 8 Soppeng terus memanas. Ketua Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia (LPRI) menyoroti keras dugaan praktik pungutan liar (pungli) ratusan juta rupiah yang disebut melibatkan oknum di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan.

“Jika benar ada pungli ratusan juta, ini sangat memprihatinkan! Betapa rusaknya citra pendidikan di Sulawesi Selatan!” tegas Ketua Umum LPRI dalam keterangannya, Senin (13/10/2025).

Seperti diberitakan sebelumnya, SMAN 8 Soppeng saat ini tengah menjalankan program revitalisasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dengan nilai Rp701.477.000. Proyek tersebut mencakup pembangunan laboratorium komputer, ruang UKS, toilet wanita, serta rehabilitasi laboratorium IPA.

Namun, informasi mengejutkan mencuat ke publik. Dana revitalisasi itu diduga dipotong oleh oknum Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, sehingga pihak sekolah hanya menerima sekitar Rp600 juta dari total anggaran yang semestinya diterima penuh.

Ketua Umum LPRI pun menyampaikan kegeramannya terhadap dugaan praktik tersebut.

“Kami meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini! Jangan biarkan para koruptor merusak dunia pendidikan!” ujarnya tegas.

Menurutnya, praktik semacam ini tidak hanya merugikan pihak sekolah, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan dan pemerintah.

“Dinas Pendidikan harus transparan! Jelaskan kepada publik mengenai penggunaan anggaran pendidikan! Jangan sampai ada praktik-praktik korupsi yang merugikan siswa dan guru!” tambahnya.

LPRI menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan memastikan keadilan ditegakkan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdik Provinsi Sulsel belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan tersebut.

LPRI juga mewanti-wanti, jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk desakan moral terhadap aparat penegak hukum dan pihak terkait.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *