Bongkarnews.id | Mamuju, Sulawesi Barat – Perhelatan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-50 & Rakernas Percasi ke-45 yang digelar di Mamuju, Sulawesi Barat, dari tanggal 7-13 November 2025, seharusnya menjadi ajang kebanggaan. Namun, alih-alih menorehkan prestasi, Kejurnas ini justru tercoreng oleh dugaan penelantaran atlet catur dari Sulawesi Barat sendiri oleh panitia pelaksana. 11 November 2025.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia mengecam keras dugaan penelantaran tersebut, dan meminta pertanggungjawaban dari panitia pelaksana serta Pengprov dalam pelaksanaan Percasi Sulbar.
Curhatan Atlet: Kalah Waktu, Tak Dijemput, Uang Saku Hilang, Makan Seadanya!
Keluhan tersebut disampaikan oleh seorang atlet catur Sulbar berinisial R, melalui pesan berantai yang kemudian sampai ke telinga Lembaga Poros Rakyat Indonesia.
Berikut adalah poin-poin keluhan yang disampaikan Atlet tersebut:
– Kalah Waktu karena Tak Dijemput:
Pada hari pertama pertandingan, semua atlet Sulbar kalah waktu karena tidak ada yang menjemput mereka dari wisma.
– Uang Saku Hilang:
Atlet tidak mendapatkan uang saku yang dijanjikan.
– Merasa Diasingkan:
Atlet merasa diasingkan sebagai tuan rumah Kejurnas.
– Tidak Didengarkan:
Suara atlet tidak didengarkan oleh panitia, yang justru saling tunjuk.
– Makan Malam Hilang, Pagi Tak Dijemput: Pada hari pertama, atlet tidak mendapatkan makan malam dan tidak dijemput di pagi hari, yang menyebabkan kekalahan waktu.
– Makan Nasi Kuning Rp5.000 Tanpa Minum: Setelah itu, atlet hanya diberikan nasi kuning seharga Rp5.000 tanpa air minum.
– Makanan Lambat Datang: Makanan seringkali datang terlambat, sehingga atlet bermain catur dalam keadaan asam lambung karena lapar.
– Tidak Dapat Makan Siang: Pada hari ini (11 November), atlet tidak mendapatkan makan siang.
– Tidak Dapat Baju Atlet: Atlet tidak mendapatkan baju atlet yang seharusnya diberikan.
“Tuan rumah kok mengasingkan? Ini sangat memalukan! Atlet Sulbar seharusnya mendapatkan pelayanan yang terbaik, bukan malah ditelantarkan seperti ini!” kecam Tiem Kerja Independen Lembaga Poros Rakyat Indonesia.
Susunan Acara Kejurnas Catur ke-50 & Rakernas Percasi ke-45 Berdasarkan Undangan:
LPRI mempertanyakan bagaimana mungkin panitia yang diketuai oleh Muhammad Juaeni, S.Pd. M.Pd, dan diketahui oleh Gubernur Sulawesi Barat, DR. H. Suhardi Duka, MM, serta Ketua Pengprov PERCASI Sulbar, H. Muhammad Jayadi, S.Ag. SH. MH, bisa melakukan penelantaran terhadap atlet yang membawa nama daerah.
Lembaga Poros Rakyat Indonesia mendesak:
– Panitia Pelaksana: Untuk segera memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada para atlet atas dugaan penelantaran tersebut.
– Pengprov Percasi Sulbar: Untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja panitia pelaksana dan mengambil tindakan tegas jika terbukti bersalah.
– Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat: Untuk memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan atlet dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
– Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora): Untuk turun tangan melakukan investigasi terhadap dugaan penelantaran atlet dalam Kejurnas Catur di Mamuju.
“Kami tidak ingin Kejurnas Catur ini hanya menjadi ajang seremonial tanpa memperhatikan kesejahteraan atlet. Kami menuntut pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat dan memastikan hak-hak atlet dipenuhi!” tegas Amirullah Tiem Kerja Lembaga Poros Rakyat Indonesia.
LPRI juga meminta kepada seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk memberikan dukungan moral kepada para atlet catur yang sedang berjuang di Kejurnas, dan melaporkan jika menemukan adanya indikasi penyelewengan atau penelantaran lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari panitia pelaksana maupun Pengprov Percasi Sulbar terkait keluhan para atlet tersebut. Masyarakat menanti tindakan nyata dari pemerintah dan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan para atlet mendapatkan pelayanan yang layak. Tim Kerja Independen Lembaga Poros Rakyat Indonesia.












