Berita Sukawesi Selatan

Gowa Siaga Banjir! Bupati Sidak Somba Opu, Ketua LPRI Gowa: Anggarkan ‘Annangkasi’ untuk Kelurahan, Hentikan ‘Lip Service’!

734
×

Gowa Siaga Banjir! Bupati Sidak Somba Opu, Ketua LPRI Gowa: Anggarkan ‘Annangkasi’ untuk Kelurahan, Hentikan ‘Lip Service’!

Sebarkan artikel ini

Sungguminasa, Gowa, Bongkarnews.id  – Memasuki awal musim hujan Januari 2026, sidak Bupati Gowa ke sejumlah wilayah di Kecamatan Somba Opu terkait kesiapan menghadapi banjir menjadi sorotan. Ketua DPD Gowa Lembaga Poros Rakyat Indonesia (LPRI), H. Kumala, menegaskan bahwa sidak dan instruksi saja tidak cukup. Ia mendesak Pemkab Gowa untuk menganggarkan program “Gowa Annangkasi” khusus untuk kelurahan, sebagai bukti keseriusan dalam menjaga kebersihan dan mengatasi masalah banjir.

“Sidak Bupati itu baik, tapi jangan sampai hanya jadi ‘lip service’ tanpa ada tindakan nyata! Pemkab Gowa harus menunjukkan komitmennya dengan MENGANGGARKAN PROGRAM ‘GOWA ANNANGKASI’ untuk setiap kelurahan! Tanpa anggaran yang jelas, para lurah akan kesulitan untuk bergerak efektif,” tegas H. Kumala, Ketua DPD Gowa LPRI.

H. Kumala menekankan, program “Gowa Annangkasi” ini tidak perlu dianggarkan dalam jumlah besar, namun harus cukup untuk menggerakkan mesin staf kelurahan dan masyarakat dalam menjaga kebersihan wilayahnya secara berkelanjutan.

“Program ‘Gowa Annangkasi’ ini bertujuan untuk memberikan DUKUNGAN ANGGARAN kepada para LURAH agar mereka bisa menggerakkan STAF dan MASYARAKAT untuk menjaga kebersihan lingkungan secara BERKELANJUTAN. Anggarannya tidak perlu besar, yang penting CUKUP untuk membeli peralatan kebersihan, memberikan insentif kepada warga yang aktif, atau membiayai kegiatan gotong royong,” jelas H. Kumala.

Berdasarkan hasil sidak Bupati Gowa, ditemukan sejumlah permasalahan mendesak yang perlu segera ditangani:

1. Sungguminasa dan Pandang-Pandang: Saluran pembuangan air dari jalan menuju drainase seringkali tersumbat sampah dan endapan pasir, menyebabkan air lambat mengalir.

2. Pandang-Pandang: Saluran di belakang ruko Jasmin perlu segera dibersihkan dengan melibatkan lurah, lingkungan, RT/RW, DLH, dan PU.

3. Tombolo: Banyak tumpukan sampah berserakan di pinggir jalan, terutama di jalur yang dilewati Bupati.

4. Paccinongang: Koordinasi surat persetujuan warga untuk proyek drainase yang akan dikerjakan tahun ini.

5. Tamarunang: Banyak sampah berserakan sepanjang jalan, perlu dibuat saluran di sisi kanan dan kiri jalan menuju kuburan Dato.

6. Batangkaluku: Banyak sampah berserakan di pinggir jalan, perlu dijaga ketat titik-titik pembuangan sampah liar.

H. Kumala: Lurah Jangan Panik, Sigap dan Responsif, Didukung Anggaran!

Menanggapi instruksi Bupati yang menekankan pentingnya kesigapan dan kelincahan lurah, H. Kumala mengingatkan agar para lurah tidak panik, namun lebih fokus pada penyelesaian masalah, serta didukung dengan anggaran yang memadai.

“Para lurah harus SIGAP dan RESPONSIF terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, Jangan sampai ada lurah yang hanya sibuk mencari muka di hadapan Bupati. Pemerintah Kabupaten Gowa juga harus MEMBERIKAN DUKUNGAN ANGGARAN YANG MEMADAI agar mereka bisa bekerja dengan efektif. Jangan hanya menuntut kinerja tinggi, tapi tidak memberikan fasilitas yang memadai,” tegas H. Kumala.

H. Kumala Soroti Instruksi Bupati terkait Jaring Penahan Sampah

H. Kumala juga menyoroti instruksi Bupati terkait pemasangan jaring penahan sampah di saluran dari Mawang ke Bonto-Bontoa.

“Instruksi Bupati terkait jaring penahan sampah itu sangat bagus, tapi pelaksanaannya juga BUTUH ANGGARAN. Pemerintah Kabupaten Gowa HARUS MEMPERTIMBANGKAN HAL INI dan memberikan dukungan anggaran yang cukup kepada para lurah,” kata H. Kumala.

H. Kumala Tuntut Tindakan Nyata, Anggaran yang Jelas, dan Pengawasan yang Ketat

H. Kumala mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menganggarkan program “Gowa Annangkasi” untuk kelurahan, memberikan dukungan yang memadai, dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan anggaran tersebut.

“Yang kita butuhkan adalah TINDAKAN NYATA, ANGGARAN YANG JELAS, dan PENGAWASAN YANG KETAT. Jangan sampai anggaran untuk program ‘Gowa Annangkasi’ malah DISELEWENGKAN. Kami dari LPRI akan terus mengawal dan mengawasi penggunaan anggaran ini agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas H. Kumala.

H. Kumala mengajak seluruh masyarakat Gowa untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melaporkan jika menemukan adanya permasalahan terkait drainase dan sampah.

“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan melaporkan jika menemukan adanya permasalahan terkait drainase dan sampah. Bersama-sama, kita WUJUDKAN GOWA YANG BERSIH, SEHAT, dan BEBAS BANJIR!” seru H. Kumala.

 

Tiem kerja Independen.

Lembaga Poros Rakyat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *