GOWA, Bongkarnews.id – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batang Kaluku di Kabupaten Gowa seharusnya menjadi pusat pelatihan yang memberikan contoh dan inspirasi bagi para penyuluh pertanian. Namun, kenyataannya, kondisi tanaman padi di sekitar kantor BBPP Batang Kaluku justru menunjukkan kegagalan.
Pada prinsipnya, BBPP Batang Kaluku, yang dibiayai ratusan miliar rupiah setiap tahunnya, seharusnya mampu menunjukkan contoh terbaik dalam praktek pertanian. Namun, ironisnya, 80% tanaman padi yang sudah berbuah di lahan tersebut malah menghadap ke langit, bukan tunduk ke tanah seperti biasanya. Ini menunjukkan kegagalan total dalam praktek pertanian padi.
Parawangsa Daeng Mattawang, Sekretaris Umum Lembaga Poros Rakyat Indonesia, menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kurangnya perhatian serius dari pihak BBPP Batang Kaluku. Menurutnya, kondisi tanaman padi yang tidak terawat ini mencerminkan adanya pembiaran.

Situasi ini menuntut pihak terkait untuk lebih memperhatikan dan merawat tanaman di BBPP Batang Kaluku. Sebagai pusat pelatihan, BBPP Batang Kaluku harus mampu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat petani. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam perawatan tanaman dan pembinaan agar BBPP Batang Kaluku bisa menjadi tempat pelatihan yang berkualitas dan memberikan manfaat yang maksimal bagi para penyuluh pertanian.
Situasi ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa BBPP Batang Kaluku harus menjadi tolak ukur bagi masyarakat petani tentang bagaimana sistem pertanian yang benar. Jika BBPP Batang Kaluku gagal dalam hal ini, bagaimana masyarakat petani bisa mengharapkan contoh dan inspirasi dari mereka?
Sumber: Lembaga Poros Rakyat Indonesia.












